Warta Sinodal

Kasih yang Terus Berbuah: Pelayanan Awal Bulan bagi Pensiunan Gereja Toraja di Tongkonan Sangullele

01 September 2026 Gereja Toraja 139 kali dibaca
Pemeriksaan Kesehatan Pensiunan Gereja Toraja — Layanan Rumah Sakit Elim Rantepao
Pemeriksaan Kesehatan Pensiunan Gereja Toraja — Layanan Rumah Sakit Elim Rantepao Foto: Inforkom Gereja Toraja - Krisnawati Ranteallo

Setiap awal bulan, Tongkonan Sangullele menjadi saksi sebuah pemandangan yang menghangatkan hati. Satu per satu para pensiunan Gereja Toraja datang — dengan rambut yang telah memutih dan langkah yang mulai terbatas, namun sukacita di wajah mereka tak pernah pudar. Mereka telah mengabdikan hidupnya bagi jemaat, bagi anak-anak sekolah, dan kini menikmati masa purnabakti dengan tetap merajut kebersamaan.

Kegiatan rutin ini diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan dengan sesi sharing dan diskusi bersama — waktu untuk saling menguatkan dan berbagi cerita hidup pelayanan. Seperti pagi ini, ibadah di pimpin oleh Pdt, Dr. Semuel Tulak, M.Mis., Sekretaris Komisi Pekabaran Injil (KPI), bertempat di Aula Tongkonan Sangullele, Selasa (01/9/2026).

Setelah itu, pensiunan mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang difasilitasi oleh Rumah Sakit Elim Rantepao, salah satu unit pelayanan kesehatan milik Gereja Toraja. Rangkaian kegiatan ditutup dengan waktu santai bersama (snack time), serta pengambilan gaji pensiunan di bagian keuangan bagi mereka yang memilih tidak menggunakan layanan transfer bank.

Salah satu pensiunan yang hadir, Pdt. Em. Ribka Sinda, B.Th., membagikan kesaksiannya. Di usianya yang genap 80 tahun dan telah menjalani masa pensiun selama 26 tahun, Oma Ribka yang kini berstatus pendeta emeritus di Jemaat Rante Pasele — masih setia hadir setiap bulan.

"Saya bersyukur kepada Tuhan, di umur 80 tahun ini saya masih diberi kesempatan untuk menikmati perkembangan zaman dan bisa menggunakannya dengan baik. Dulu, waktu masih melayani jemaat, keadaannya sangat berbeda dengan sekarang. Kemajuan teknologi ini luar biasa. Tadi kami beribadah bersama teman-teman, lalu periksa kesehatan. Ini penting, dan sudah menjadi rutinitas saya setiap bulan,"ungkap Oma Ribka.

Kesaksian Oma Ribka menjadi gambaran nyata bagaimana masa pensiun bukanlah akhir dari sukacita pelayanan, melainkan babak baru yang tetap dijalani dengan syukur dan iman. Momen seperti ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perhatian institusional terhadap kesejahteraan para pensiunan. Dalam Sidang Sinode Am XXVI, kesejahteraan pensiunan menjadi salah satu pergumulan bersama yang digumuli untuk segera ditindaklanjuti. Biro Kesejahteraan Gereja Toraja (BKGT) memiliki tugas berat ke depan dalam memastikan agar para pensiunan yang telah memberikan masa terbaik hidupnya bagi pelayanan gereja, dapat menjalani masa tua dengan baik. Ini menjadi pengharapan bersama seluruh jemaat Gereja Toraja.

Seperti tertulis dalam Mazmur 92:15, "Di masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar!" Para pensiunan Gereja Toraja adalah bukti hidup dari firman ini — bahwa buah pelayanan tidak berhenti ketika masa jabatan usai, tetapi terus bertumbuh dalam iman dan kesaksian.

Bagikan Warta Ini

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat.

Pilihan Warta

Warta Lainnya