Setiap awal bulan, Tongkonan Sangullele menjadi saksi sebuah pemandangan yang menghangatkan hati. Satu per satu para pensiunan Gereja Toraja datang — dengan rambut yang telah memutih dan langkah yang mulai terbatas, namun sukacita di wajah mereka tak pernah pudar. Mereka telah mengabdikan hidupnya bagi jemaat, bagi anak-anak sekolah, dan kini menikmati masa purnabakti dengan tetap merajut kebersamaan.
Kegiatan rutin ini diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan dengan sesi sharing dan diskusi bersama — waktu untuk saling menguatkan dan berbagi cerita hidup pelayanan. Seperti pagi ini, ibadah di pimpin oleh Pdt, Dr. Semuel Tulak, M.Mis., Sekretaris Komisi Pekabaran Injil (KPI), bertempat di Aula Tongkonan Sangullele, Selasa (01/9/2026).
Setelah itu, pensiunan mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang difasilitasi oleh Rumah Sakit Elim Rantepao, salah satu unit pelayanan kesehatan milik Gereja Toraja. Rangkaian kegiatan ditutup dengan waktu santai bersama (snack time), serta pengambilan gaji pensiunan di bagian keuangan bagi mereka yang memilih tidak menggunakan layanan transfer bank.
Salah satu pensiunan yang hadir, Pdt. Em. Ribka Sinda, B.Th., membagikan kesaksiannya. Di usianya yang genap 80 tahun dan telah menjalani masa pensiun selama 26 tahun, Oma Ribka yang kini berstatus pendeta emeritus di Jemaat Rante Pasele — masih setia hadir setiap bulan.
"Saya bersyukur kepada Tuhan, di umur 80 tahun ini saya masih diberi kesempatan untuk menikmati perkembangan zaman dan bisa menggunakannya dengan baik. Dulu, waktu masih melayani jemaat, keadaannya sangat berbeda dengan sekarang. Kemajuan teknologi ini luar biasa. Tadi kami beribadah bersama teman-teman, lalu periksa kesehatan. Ini penting, dan sudah menjadi rutinitas saya setiap bulan,"ungkap Oma Ribka.
Kesaksian Oma Ribka menjadi gambaran nyata bagaimana masa pensiun bukanlah akhir dari sukacita pelayanan, melainkan babak baru yang tetap dijalani dengan syukur dan iman. Momen seperti ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perhatian institusional terhadap kesejahteraan para pensiunan. Dalam Sidang Sinode Am XXVI, kesejahteraan pensiunan menjadi salah satu pergumulan bersama yang digumuli untuk segera ditindaklanjuti. Biro Kesejahteraan Gereja Toraja (BKGT) memiliki tugas berat ke depan dalam memastikan agar para pensiunan yang telah memberikan masa terbaik hidupnya bagi pelayanan gereja, dapat menjalani masa tua dengan baik. Ini menjadi pengharapan bersama seluruh jemaat Gereja Toraja.
Seperti tertulis dalam Mazmur 92:15, "Di masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar!" Para pensiunan Gereja Toraja adalah bukti hidup dari firman ini — bahwa buah pelayanan tidak berhenti ketika masa jabatan usai, tetapi terus bertumbuh dalam iman dan kesaksian.
Warta Sinodal
Kasih yang Terus Berbuah: Pelayanan Awal Bulan bagi Pensiunan Gereja Toraja di Tongkonan Sangullele
01 September 2026
•
Gereja Toraja
•
139
kali dibaca
Pilihan Warta
Warta Lainnya
Warta Sinodal
•
21 Sep 2026
Dialog dan Kolaborasi Pelayanan Anak, BPS Gereja Toraja Hadirkan Pemerintah Setempat di Toraja Utara
Pertemuan Dialog dan Kolaborasi Pelayanan Anak dilaksanakan sebagai ruang berbagi informasi dan pengalaman, mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan, serta membangun pelu...
Baca Selengkapnya
Warta Sinodal
•
18 Sep 2026
Penarikan 8 Mahasiswa PDK UKI Toraja, BPS Gereja Toraja Apresiasi Semangat Belajar dan Inisiatif
Kedelapan mahasiswa Program Studi Manajemen tersebut telah menjalani masa praktik selama 2 bulan di tiga tempat, yaitu BPR Bank Toraya (2 orang), Yayasan Perguruan Kriste...
Baca Selengkapnya
Warta Sinodal
•
17 Sep 2026
Pembukaan Raker V PWGT, Wanita yang Ditata oleh Roh Kudus Punya Peranan Ganda
Rapat kerja ini sebagai tempat merefleksikan realitas konkrit yang kita alami untuk melihat capaian-capaian kerja kita dari September 2025 sampai September 2026.
Baca Selengkapnya